Tuesday, March 22, 2011

Patahkan Prediksi Lembaga Survei, Pasangan Salihi-Yanny Tumbangkan ADM-Norma

Prediksi hasil survei tak selamanya sesuai fakta di lapangan alias melenceng. Itulah yang terjadi dalam proses penghitungan suara sementara Pemilukada Bolmong, Selasa (22/03) kemarin. Pasalnya, sampai tadi malam, pasangan yang tidak diunggulkan, Salihi B. Mokodongan-Yanny Ronny Tuuk malah tampil surprise. Pasangan nomor urut 1 ini leading jauh meninggalkan empat pasangan lainnya, termasuk duet ADM-Norma yang awalnya sangat diunggulkan.

Data sementara yang diperoleh dari berbagai sumber menyebutkan seperti dilansir Harian Komentar, Salihi-Tuuk yang diusung empat partai politik (PAN, PDIP, PKS, PDS) meraup 41,06 persen suara dari total 154.658 pemilih. Fakta ini tentu saja betul-betul berbanding terbalik dengan hasil survei yang pernah dipublikasikan sejumlah lembaga sebelumnya. Seperti paparan Citra Publik Adv-LSI Network yang dirilis sejumlah media cetak pada edisi Jumat (18/03) pekan lalu. Di situ, mereka memperkirakan bahwa pasangan Bersatu hanya mampu meraih 16,9 persen suara.

Sementara posisi teratas, menurut Citra Publik Adv-LSI Network, bakal ditempati pasangan ADM-Norma. Lembaga ini, waktu itu, tegas-tegas mengklaim bahwa berdasarkan survei yang mereka lakukan, pasangan yang diusung Partai Golkar-Demokrat bakal memenangkan pemilukada hanya satu putaran saja. Mereka menyebut, elektabilitas suara ADM-Norma mencapai 45,4 persen suara.

Lebih “hebat” lagi hasil paparan Jaringan Survei Indonesia (JSI). Lembaga ini menyebutkan bahwa pasangan Salihi-Yanny hanya akan meraup 19,3 persen suara. Sedangkan tempat pertama yang dibeberkan JSI siapa lagi kalau bukan ADM-Norma. Pasangan ini “disanjung” dengan hasil survei telah merebut 47,3 persen suara.
Tempat kedua, masih hasil survei dua lembaga tersebut, memposisikan pasangan Limi Mokodompit-Meidy Pandeiroth. Diikuti berturut-turut pasangan Samsurijal Mokoagow-Nurdin Mokoginta dan MS Binol-Herawati Pomo. Prediksi yang sedikit berbeda dilakukan JPPR (Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat). Sebagaimana hasil surveinya, lembaga ini mengunggulkan pasangan Limi Mokodompit-Meidy Pandeiroth dengan raihan mencapai 34,5 persen suara.

Sedangkan tempat kedua diprediksi direbut oleh Salihi-Yanny 26,9 persen. Selanjutnya, ADM-Norma (25,2 persen), Samsurijal-Nurdin (6,8 persen) dan posisi kunci MS Binol-Herawati Pomo (1,9 persen).
Faktanya? Paparan tiga lembaga survei tersebut, dipatahkan oleh perhitungan sementara pasca-pencoblosan. Malah, prediksi LSI Network dan JSI betul-betul terbalik alias tukar tempat. Jika ADM-Norma semula begitu diunggulkan oleh LSI Network dan JSI, sementara Salihi-Yanny hanya di urutan tiga, ternyata hasil hitung cepat berkata sebaliknya. Yaitu, Salihi-Yanny teratas, ADM-Norma urutan tiga.

Hingga sekitar pukul 19.30 WITA malam tadi, pasangan Salihi-Yanny sudah mengumpulkan sekitar 41,06 persen suara. Posisi kedua ditempati Limi-Meidy dengan raihan sementara sekitar 26,78 persen suara. Pasangan ADM-Norma yang terkenal dengan jargon kampanyenya Mantapkan, malah tidak mantap dalam pengumpulan suara. Kandidat yang begitu diklaim oleh banyak pihak sebagai pasangan paling kuat, bahkan terseok-seok dalam perhitungan suara. Berdasarkan data yang didapat harian ini dari beberapa sumber terpercaya, ADM-Norma baru mengumpulkan sekitar 25,49 persen suara dari 341 TPS (Tempat Pemungutan Suara).

Sedangkan dua kandidat lainnya, yakni Samsurijal Mokoagow-Nurdin Mokoginta serta MS Binol-Herawati Pomo, sama-sama untuk sementara ini belum bergerak ke angka dua digit. Samsurijal-Nurdin baru mengumpulkan sekitar 5,02 persen suara, sementara Binol-Pomo tidak mencapai 2 persen suara.
Hasil sementara yang memperlihatkan indikasi kekalahan ADM ini, banyak diperbincangkan sejumlah kalangan. Pasalnya, sewaktu pemilu legislatif lalu, capaian suara yang diraih ADM begitu spektakuler. “Tapi di mana suara-suara itu semua? Kenapa rontok?’’ ungkap seorang politisi.

sumber: www.hariankomentar.com

No comments:

Post a Comment