Monday, June 14, 2010

DPP Partai Demokrat sahkan kepengurusan Kululu dan Sumual Cabup Incumbent Minsel-Minut Terancam Didepak Demokrat

Kisruh pencalonan ganda pasangan calon top eksekutif di Minsel dan Minut dari Partai Demokrat (PD), mulai ada titik terang. Terutama soal siapa yang direkomendasi Demokrat sebagai calon bupati (cabup) dan wakil bupati. Ironisnya, calon incumbent Drs Sompie Singal (Minut) dan Ventje Tuela (Minsel) bersama pasangannya masing-masing, terancam terdepak sebagai calon dari Demokrat.

Untuk Minsel, pasangan John Sumual-Jantje Wauran hampir dipastikan mengantongi rekom sebagai cabup-cawabup dari Demokrat.

Pasalnya, Surat Keputusan (SK) dari DPP Partai Demokrat yang ditujukan ke KPUD Minsel dan diterima oleh Ketua Pokja Pendaftaran dan Verifikasi, Tommy Moga SPi Senin (14/06) kemarin sekitar pukul 16.45 WITA, berisi penegasan bahwa Ketua DPC Partai Demokrat Minsel adalah John RM Sumual SE SH.

Usai memasukkan SK tersebut, Wakil Ketua DPC Demokrat Minsel, Jelenik Kaloh menegaskan bahwa SKP dari DPP ditandatangani oleh Ketua Umum DPP PD, Anas Urbaningrum, menegaskan bahwa Ketua DPC Demokrat Minsel adalah John RM Sumual. “Kami sudah masukkan SK DPP tentang penegasan kepengurusan DPC Demokrat Minsel ke KPUD dan sudah diterima oleh KPUD. SK tersebut bernomor 40/EXT/DPP/VI/2010 tertanggal 12 Juni 2010. SK Ini menangggapi soal klarfikasi KPUD soal kepengurusan DPC. Dalam SK tersebut dinyatakan bahwa ketua DPC adalah John Sumual. Selanjutnya dalam SK tersebut, untuk pengusungan bakal calon bupati diserahkan kepada pengurus DPC yang sah sebagaimana penegasan DPP,” ujar Kaloh yang juga jubir pasangan John Sumual-Jantje Wauran.

Dengan demikian, pasangan resmi Partai Demokrat adalah John RM Sumual-Jantje Wauran yang mendaftarkan diri lewat SK DPC yang ditanda- tangani oleh John Sumual selaku ketua DPC. Dengan demikian pasangan demokrat lainnya yaitu, Ventje Tuela-Noldy Didi Manorekang dianggap tidak sah setelah adanya SK DPP tentang penegasan kepengurusan DPC karena saat mendaftar, VT-NDM ditandatangani oleh Plt Ketua, Frans Mondong.
Ketua Pokja Pendaftaran dan Verifikasi KPUD Minsel, Tommy Moga mengakui sudah menerima SK DPP Partai Demokrat tersebut.

“Iya, saya sudah terima SK tersebut. Soal calon resmi bupati masih harus menunggu pleno KPUD dan akan disampaikan sesuai tahapan,” ujar Moga.

Sementara, kandidat wakil Bupati Minsel Noldy Didi Manorekang (NDM) ketika ditanya soal keluarnya SK dari DPP dan merestui pencalonan Sumual-Wauran, tak ditanggapi serius. Menurut NDM, dirinya yakin DPP PD tak semudah menganulir pencalonan dirinya dengan Pak Ventje Tuela sebagai calon Bupati Minsel. “Saya dan Pak Ventje, tetap yakin yang direstui DPP PD adalah kami berdua,” kata Manorekang, ketika dihubungi semalam. Dikatakannya, kontelasi politik di internal PD Minsel memang sudah demikian dan tak perlu diseriusi. Tapi, yang jelas semua dikembalikan saja ke DPD PD Sulut dan DPP PD. “Ya, sudahlah, torang kwa yang direstui,” singkat NDM. Sebelumnya, Plt Ketua DPC Minsel Frans Mondong menegaskan, yang diakui dan direstui DPP PD adalah pasangan Ventje Tuela dan Noldy Didi Manorekang, dan bukan pasangan Johny Sumual-Jantje Wauran. “Yang sah adalah pasangan Tuela-Manorekang (Tuama),” tegas Mongdong di sela-sela acara deklarasi Tuama, belum lama ini.

Pada bagian lain, informasi yang diperoleh dari Minut, juga mengisyaratkan calon incumbent harus terdepak. Posisi Netty Agnes Pantow SE (NAP) dan Inggried JNN Sondakh yang diusung Partai Demokrat dan Partai Golkar dengan Ketua DPC PD Ruddy Kululu, berada dalam posisi aman. Pasalnya, DPP Partai Demokrat melalui Ketua Umum Anas Urbaningrum secara resmi mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 39/EXT/DPP.PD/VI/2010 tanggal 12 Juni 2010, perihal penegasan kepengurusan yang sah dan yang berhak untuk mendaftarkan calon yang diusung oleh Partai Demokrat.

Surat yang juga telah ditujukan DPP ke KPUD Minahasa Utara itu dipastikan akan memperkokoh posisi NAP dan Inggs yang akrab disapa PASTI (Pantow Sondakh Tetap Idola) sebagai calon bupati dan wakil bupati yang diusung Partai Demokrat dan Partai Golkar. Dalam SK tersebut ditegaskan bahwa kepengurusan yang sah DPC Partai Demokrat Minut, adalah Ruddy Kululu SE selaku Ketua, dan Sekretaris Reza Pomantouw. “SK dari DPP sudah ada. Dan calon Bupati yang resmi diusung oleh DPC Minut adalah Ibu Netty Agnes Pantouw. Ini sudah final sebab resmi ditanda tangani oleh Ketua Umum, Anas Urbaningrum,” ujar Kululu.

Dengan keluarnya SK tersebut, setidaknya mementahkan SK DPD Partai Demokrat Sulawesi Utara, terkait pengusulan pengangkatan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC Minut yang sempat dijabat oleh A Brahmana dan Sekretaris Venice Mailoor.
Sedangkan Wakil Ketua Bidang Infokom dan Kepemudaan DPD PD Sulut, Herdy Togas mengatakan, belum menerima surat SK baru dari DPP yang ditandatangani Ketua Umum Anas Urbaningrum. “Kami belum terima SK itu. Saya rasa partai ini bukan partai kemarin sore yang bisa dengan sembarang saja mengubah SK,” kata Togas.

Sementara itu Plt Sekretaris DPC PD Minut Venis Mailoor ketika dikonfirmasi mengatakan, jika memang benar ada SK DPP dan hanya ditandatangani ketua umum, itu tidak sah, sebab harus disertai dengan tanda tangan Sekretaris Jenderal. “Masa hanya ketua umum saja, kalau hanya ketum berarti tidak sah,” tukas Mailoor.

Di sisi lain, KPUD Minut ketika dikonfirmasi melalui Frederik Sirap anggota KPUD Devisi Humas mengatakan, belum mengetahui SK itu, ka-rena pihak KPUD belum diberi-kan tembusan. Tetapi Ketua KPUD Minut Willem Pantow saat dikonfirmasi mengatakan, secara resmi belum dima-sukkan kubu Kululu, dirinya baru melihat sebatas kopian. “Kami KPU masih menunggu SK aslinya,” tandas Pantow.

Berkaitan dengan dukungan partai apabila Demokrat mengusung Netty Pantouw dan bukan Sompie Singal bersama Yulisa Baramuli yang bisa saja berpengaruh pada kuota kursi bagi pasangan Singal dan Baramuli, Pantow mengatakan tidak akan berpengaruh pada pencalonan Singal dan Yulisa, karena masih memenuhi syarat.

Lalu apa tanggapan NAP? Saat dikonfirmasi kemarin NAP mengatakan sangat bersyukur kepada Yang Maha Kuasa. “Waktu yang sangat panjang, melewati proses yang sangat sulit, dan memang Tuhan tidak menutup mata, meski orang banyak mengatakan inilah proses politik. Mendapat restu partai ini, sudah digumuli panjang dan berbuah manis. Berkoalisinya Partai Demokrat dan Partai Golkar di Minut kami yakin mampu meraup suara untuk memenangkan Pemilukada,” tandas NAP optimis.
sumber: www.hariankomentar.com

No comments:

Post a Comment