Tidak dapat dipungkiri perhatian dan kegiatan masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) akhir-akhir ini tersita dengan diadakanya Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada), mulai dari cerita-cerita di warung kopi, terminal, jalan, sekolah, kantor dan tempat nongkrong pasti topiknya berisi seputaran Pemilukada baik bupati maupun gubernur dan walikota walaupun pelaksanaanya nanti pada 3 Agustus.
Banyak figur yang hangat dibicarakan, yang tentunya siapa yang paling cocok dan pantas untuk menjadi Walikota, Bupati dan bahkan Gubernur di Sulawesi Utara.
“Saat ini saya lebih fokus membahas lebih jauh siapa figur, yang akan bertarung pada Pemilukada Gubernur Sulawesi Utara yang akan datang khususnya sang ‘The Rising Star’ Drs Ramoy Markus Luntungan atau yang di kenal dengan sebutan RML,” ujar Ketua KNPI Kecamatan Tareran Jammy R Lamia SPd kepada Suara Manado di Tareran.
Lanjut Lamia, bagi saya RML adalah figur yang paripurna dan tidak ada tandinganya untuk level Bupati/Walikota di Sulawesi Utara, bahkan Indonesia sekali-pun. “RML adalah figur yang telah berbuat nyata, bukan hanya cerita atau omong kosong. Dan itu sudah di buktikan selama Beliau memimpin Minahasa Selatan, di mana pembangunan nampak jelas dan menyentuh serta di nikmati oleh masyarakat Minsel,” tandas Lamia.
Jika di bandingkan dengan kabupaten Kota di Indonesia katanya lagi, yang sama-sama di mekarkan so pasti tidak dapat menandingi kemajuan pembangunan yang ada di Minahasa Selatan, karena alas an itulah sehingga Rakyat Mencintai Luntungan. “Figur yang Religius, sangat peduli dengan kegiatan peningkatan iman dan taqwa, tanpa pernah membedakan agama dan Denominasi Gereja. Selain itu RML seorang sosok yang terbuka dan selalu menerima masukan, yang membangun dari seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pejabat sampai masyarakat jelata. Yang kerap di buktukanya lewat kujungaan ke desa–desa yang ada di Minahasa Selatan maupun di luar Minsel,” pujinya.
Selain itu ditambahkan aktivis Tareran ini, RML adalah sosok berwawasan yang ber-Bhineka Tunggal Ika, bahkan seorang Ryas Rasyid yang nota-bene adalah mantan mentri pada kabinet lalu, ketika mengunjungi Minsel pernah mengutarakan di tengah ratusan undangan bahwa, “Seandainya Minsel ini berbentuk Republik maka RML-lah presidennya.”
“Bagi saya RML adalah panutan dalam membina keluarga, walaupun di bebani dengan tugas pemerintahan yang super sibuk, tetap saja dapat membagi waktu untuk keluarga. Selain itu prestasi yang di raih RML bisa terlihat dari banyaknya bintang kehormatan yang telah di terima, yang tentunya sesuai dengan prestasi,” tuturnya.
Hal inilah yang sering menjadikan inspirasi serta motivasi bagi semua jajaran lingkup Pemkab, Camat sampai Lurah dan Hukum Tua serta perangkat desa. Begitu juga dengan Pegawai Negri Sipil dan masyarakat secara umum. “Pokoknya RML sungguh figur yang peripurna, layak dan pantas, serta sangat memenuhi kriteria untuk memimpin Sulawesi Utara Periode 2010-1015,” pungkas Lamia.
sumber: www.suaramanado.com
Friday, May 14, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment