Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut Olly Dondokambey berpeluang besar menjadi Gubernur Sulut periode 2015-2020 menggantikan SH Sarundajang. Peluang Olly menjadi orang nomor satu Sulut ini bukannya tanpa alasan. Fakta menunjukkan, setelah KPU Minahasa memastikan pasangan Jantje Wowiling Sajow dan Ivan Sarundajang (JWS-Ivansa) menang di pemilihan bupati (Pilbup) Minahasa pada rekapitulasi perhitungan suara, Senin (17/12) kemarin, Olly sukses menjuarai empat Pilkada berturut-turut sejak dipercaya menakodai sementara pimpinan tertinggi PDIP Sulut. Fenomenalnya lagi, kemenangan PDIP di empat Pilkada mulai dari Pilkada Bolsel, Bolmong, Sangihe, dan Minahasa, dengan mengalahkan incumbent.
Di Bolsel akhir tahun 2010 lalu, calon PDIP Herson Mayulu sukses mengalahkan calon Golkar, Arudji Mongilong, mantan penjabat bupati setempat. Sukses selanjutnya diperlihatkan di Bolmong tahun 2011 kemarin. Koalisi PDIP dan PAN lewat putra Lolak Salihi Mokodongan-Yanny Tuuk, berhasil mematahkan mitos politik di Bolmong. Jago Partai Golkar Aditya Didi Moha yang dibackup incumbent saat itu, Marlina Moha Siahaan, Ketua Golkar Bolmong terpuruk di urutan ketiga.
Kegemilangan PDIP berlanjut di Pilbup Sangihe. Menghadapi incumbent setenar Winsulangi Salindeho, duet PDIP HR Makagansa-Jabes Gaghana berhasil menang hanya dalam satu putaran saat Pilkada Sangihe yang berlangsung September 2011. Puncaknya, saat JWS-Ivansa menumbangkan Careig N Runtu-Denny J Tombeng di wilayah kekuasaan Stefanus Vreeke Runtu, yang sangat berkuasa sebagai Ketua DPD Golkar Sulut sekaligus Bupati Minahasa.
"Dengan kemenangan demi kemenangan ini, Olly kans kuat menjadi Gubernur Sulut periode 2015-2020," demikian perbincangan sejumlah pecandu politik di sejumlah kedai kopi.
Dekan Fisip Universitas Sam Ratulangi Prof Philip Morses Regar tidak mau berpendapat terlalu dini, tentang kans PDIP akan mulus meraih kursi gubernur-wakil gubernur Sulut 2015 nanti. Tapi, pengamat politik ini melihat kans Olly sangat kuat. “Tergantung figur dan upaya sosialisasi terhadap figur yang akan diusung,” katanya semalam.
Katanya, kemenangan PDIP di empat pemilihan bupati, terakhir di Minahasa, jadi bahan perhitungan lawan-lawan politik. Sebab, sedikit banyak pengaruh suara di daerah tersebut akan besar untuk calon gubernur nanti.
Regar menambahkan, sosok Olly Dondokambey, memang kuat bagi publik Sulut. Dengan kiprahnya di DPR RI yang banyak membantu daerah memperjuangkan anggaran pembangunan, merupakan poin penting mendongkrak popularitasnya. “Banyak orang Sulut tahu itu,” katanya.
Namun, perjalanan waktu yang masih setahun lebih ini akan sangat mempengaruhi elektabilitas sosok yang diusung. Sementara itu, momen yang dinantikan ribuan pendukung Jantje Wowiling Sajow (JWS) dan Ivan Sarundajang (IvanSa) akhirnya datang juga kemarin malam. Mereka langsung bersorak saat JWS-IvanSa dipastikan menjadi pemimpin baru Minahasa periode 2013-2018.
Hasil pleno rekapitulasi perhitungan suara yang dilakukan KPU Minahasa di bawah pimpinan Ketua KPU Meidy Tinangon SSi MSi Senin (17/12) kemarin, JWS-IvanSa dinyatakan meraub dukungan sah 78.521 pemilih atau unggul 3.195 suara atas Careig N Runtu (CNR) dan Denny J Tombeng(DJT) yang meraub 75.326 suara. Di bawah mereka berdua, HAG-RJM meraih 55.223 suara, pasangan Johana Kaseger-Ferdinand Mewengkang (Kamang) 2.585 suara dan AFN-JJM 817 suara.
Pantauan wartawan Koran ini, sebelum pleno KPU berlangsung, di dalam ruangan maupun di luar gedung terasa panas dan tegang. Suara para pendukung terdiam saat sidang pleno mulai digelar sekira pukul 12.00 Wita. Rekapitulasi dimulai dari Kecamatan Sonder.
Kubu JWS-IvanSa unggul sampai memasuki 5 kecamatan yaitu Kawangkoan Utara, Kawangkoan Barat, Kawangkoan dan Tompaso. Saat ingin dilanjutkan, saksi CNR-DJT Febry Suoth dan Nolvie Tumalun beberapa kali melakukan interupsi dan meminta agar KPU membuka kotak suara dan menghitung kembali perolehan suara. Alasan mereka, ada pasangan calon yang dicoblos tiga kali namun tidak disahkan, tapi di sejumlah TPS lainnya disahkan dan ini merugikan pasangan CNR-DJT.
Menanggapi desakan ini Ketua KPU Minahasa, Meidy Tinangon menolak permintaan tersebut. Menurutnya, protes pada kasus surat suara tercoblos lebih dari satu dibahas pada tingkatan KPPS dan PPS .
“Jika dilakukan penghitungan ulang surat suara maka itu adalah langkah mundur dalam kegiatan pleno . Kami tidak bisa memenuhi keinginan dari saksi karena saat ini kita tidak lagi membahas soal protes. Jika keberatan silahkan melapor ke Panwas Minahasa. Kita tetap akan melanjutkan proses rekapitulasi perhitungan suara,"tegas Tinangon.
Karena tidak ditanggapi pleno kemudian dilanjutkan. Namun harus terhenti beberapa kali akibat padamnya listrik. Listrik padam sendiri disebabkan karena tegangan di KPU tidak mampu mengimbangi beban yang digunakan.
Usai jeda, pleno rekapitulasi berlanjut ke kecamatan Langowan Raya. Kubu CNR-DJT melejit dan menggungguli JWS-Ivansa. Saat CNR-DJT berada di atas, saksi JWS-Ivansa yang diwakili oleh Dharma Palar dan Romeo Tumbel tampak tegang. Mereka tampak memejamkan mata.
Saat memasuki perhitungan kecamatan ke-19, kubu CNR-DJT kelihatan bergembira, karena jagoan mereka unggul hampir 4 ribuan suara. Namun, kegembiraan kubu CNR-DJT tak berlangsung lama. Memasuki pleno di Kecamatan Tombulu atau kecamatan ke- 20 keunggulan CNR-DJT mulai diperkecil suara duet JWS-Ivansa. Saat itu saksi CNR-DJT yang diwakili oleh Oklen Waleleng dan Nolvie Tumalun yang sudah bertukaran dengan Febry Suoth tampak tegang.
Di Kecamatan Tombulu, JWS unggul tipis dari CNR. Memasuki pleno Kecamatan Tombariri perolehan suara JWS-Ivansa semakin meninggalkan perolah suara CNR-DJT. Keperkasaan JWS-Ivansa kian tak terbentung saat pleno terakhir Kecamatan Pineleng dimana dalam pleno ini JWS-Ivansa unggul 3.195 suara dari duet CNR-DJT.
Ketua KPU Meidy Tinangon kemudian membacakan hasil rekap terakhir dan kemudian meminta para saksi untuk menandatangani hasil tersebut. Saksi HAG-RJM yang diwakili oleh Mantojo Rambitan, saksi JWS-Ivansa yang diwakili Dharma Plar kemudian, saksi AFN-JJM, minus saksi Kamang langsung menandatangani hasil tersebut. Saksi pasangan CNR-DJT sendiri enggan menandatangni hasil pleno.
Pada kesempatan ini juga KPU memberikan kesempatan kepada masing-masing pasangan calon untuk mengambil formulir keberatan dan diberikan waktu kurang lebih 3 hari dari saat pleno Senin untuk memasukkan keberatan. Ketua KPU sendiri ketika dikonfirmasi koran ini terkait adanya saksi pasangan calon yang tidak menandatangani hasil pleno KPU? Hanya berujar itu tidak akan mempengaruhi hasil pleno.
Sekira pukul 19.00 Wita, duet JWS-IvanSa didampingi istri tercinta bersama puluhan pendukungnya mendatangi KPU Minahasa dan memberikan selamat kepada para petugas keamanan dan pegawai KPU termasuk ketua dan anggota KPU bersama Panwas serta Ketua KPU Provinsi dan Bawaslu.
Seperti diketahui kedatangan JWS-Ivansa ini sendiri di Kantor KPU tidak lain untuk mengikuti penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih yang dilaksanakan KPU Minahasa. Menurut Ketua KPU Meidy Tinangon penetapan pasangan terpilih ini sendiri dimajukan dari jadwal sebenarnya yaitu Selasa (18/12) hari ini.
Pelaksanaan pleno ini sendiri mendapatkan pengamanan berlapis dari aparat kepolisian dan TNI. Walau jadwal pleno rekapitulasi suara baru akan dilakukan pukul 10.00 Wita, namun penjagaan ketat mulai terlihat sejak pukul 08.00 Wita.
Kapolda Sulut Brigjen Pol Drs Dicky Atotoy ikut menurunkan pasukan yang totalnya sekira 1.000 personil. Mereka khusus untuk mengamankan proses Pemilihan Bupati (Pilbup) Minahasa sampai selesai. “Sejauh ini, proses Pilbup di Minahasa masih aman terkendali,” tutur Kapolda Senin (17/12) kemarin.
Atotoy cukup optimis kalau situasi di Minahasa masih aman. “Aparat Polda yang ditempatkan di Minahasa sebelumnya 900 an personil belum ditarik. Ditambah 100 anggota Brimob dan 30 Sabhara dikirim ke sana,” yakin Atotoy.
Sementara itu, terkait isu premanisme yang diduga melibatkan pejabat daerah, Atotoy mengatakan tidak sungkan untuk menindaki oknum tersebut. “Kami tegaskan, kepolisian tidak pandang bulu menindak siapapun yang bermain curang dan memakai kekerasan,” tandasnya beberapa waktu lalu.
“Termasuk kepada preman atau oknum pejabat,” kunci jenderal bintang satu ini.Aparat kepolisian dalam menjalankan tugas berkolaborasi dengan aparat TNI, di bawah pimpinan Danrem 131 Santiago Brigjen Johny L Tobing. Kerja sama kedua pihak tersebut untuk mencegah dan menangkal segala potensi konflik yang bisa saja terjadi.
Pantauan di lapangan, situasi di luar kantor KPU Minahasa dipadati massa pendukung tiga calon. Polisi mengawal ketat, siapa pun yang masuk keluar kantor KPU. Zona larangan sudah ditetapkan, 100 meter dari kantor KPU, kendaraan dilarang masuk dan diarahkan lewat jalur lingkar.
Larangan ini berlaku untuk semua kendaraan termasuk milik personil KPU. Kendaraan mereka hanya bisa parkir di lapangan Kodim 1302 Minahasa. Kendaraan Panwas dan PPK parkir di lokasi penjagaan yang menyebabkan mereka harus berjalan kaki untuk masuk di kantor KPU.
Untuk masuk di lokasi harus melawati dua penjagaan ketat, dimana harus berhadapan dengan beberapa personil anggota Polisi yang berjaga di halaman dan juga di pintu masuk kantor KPU. Halaman kantor nyaris steril dan hanya tampak terparkir mobil pengendali massa milik Polda Sulut. Disamping kantor KPU sendiri terparkir mobil water cannon dan beberapa truk milik polisi.
Menurut Kapolres Minahasa AKBP Dra Henny Posumah pengamanan berlapis ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti amukan massa yang kecewa dengan hasil pleno dan lain sebagainya. “Saya berharap para pasangan calon dan pendukung dapat menerima apapun hasil pleno yang dilaksanakan hari ini dengan jiwa besar,”ujar Posumah singkat. Rapat pleno ini senediri dihadiri langsung oleh Ketua KPU Provinsi Livie Allow SSos, Ketua Bawaslu Erwyn Malonda, Ketua Panwas Minahasa Erwin Sumampouw bersama anggota, anggota KPU Minahasa dan Ketua PPK di 22 Kecamatan.
Sementara itu Kubu CNR-DJT sendiri tak memberi komentar banyak soal pleno hasil rekapitulasi perolehan suara di KPUD Minahasa kemarin. Koordinator Media Centre CNR-DJT Hanny Sumakul mengaku menghargai hasil pleno KPU. “Besok (hari ini, Red) akan dibicarakan dengan tim, apakah akan ada gugatan ke MK atau tidak,” katanya.
Sumber: ManadoPost