Wednesday, January 2, 2013

Senin, Pilkada Minahasa Bagian 2

Ronde kedua antara pasangan Careig N Runtu (CNR)-Denny J Tombeng (DJT) versus Jantje W Sajow (JWS)-Ivan Sarundajang (Ivansa) akan berlangsung mulai Senin 7 Januari mendatang di Mahkamah Konstitusi (MK). Kepastian sidang gugatan CNR-DJT disampaikan Humas MK Agusniwan Etra. “Sidangnya (gugatan CNR-DJT,red) 7 Januari, jam 13.30 WIB. Nomor perkaranya 103/PHPU.D-X/2012,” ujar Etra kepada Manado Post, Selasa (1/1) kemarin.

Menurutnya, jam pelaksanaan bisa saja berubah disesuaikan dengan waktu dari hakim yang memimpin. “Coba dicek lagi besok (hari ini, Red). Soalnya memang biasanya jam pelaksanaan bisa berubah,” ujarnya.
Sebelumnya, Etra mengatakan gugatan pasangan yang diusung Partai Golkar dan Demokrat terkait hasil pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minahasa dalam pelaksanaan Pilkada Minahasa menjadi gugatan nomor tiga yang masuk. Pun, dia menambahkan gugatan yang sama banyak yang antri. “Intinya syarat gugatan sudah dilengkapi, tentunya MK akan mengakomodir disesuaikan kemudian dengan registrasi perkara dan jadwal sidang,” tuturnya.

 

Diketahui, penetapan jadwal sidang sempat molor karena sejak seminggu setelah gugatan dimasukkan (27 Desember), registrasi perkara belum dilakukan hingga tak kunjung diketahui waktu pelaksanaan sidang. Untuk gugatan itu sendiri, tim kuasa hukum CNR-DJT memasukkan ke MK tertanggal 20 Desember 2012 lalu.

 

Muhamad Satu Pali, kuasa hukum CNR-DJT dikonfirmasi terpisah mengatakan pihaknya sudah siap menghadapi sidang perdana. “Agenda awal kan bissmisal atau pemeriksaan formil dari panel. Memang ada beberapa item yang akan disampaikan termasuk kaitannya dengan surat KPU tanggal 10 Desember lalu,” ujar Pali.

“Panel biasanya akan menanyakan apakah ada perbaikan dalam gugatan, dan sepertinya kami akan adakan perbaikan karena memang ada beberapa item yang akan ditambahkan,” tambahnya.
Pali juga mengaku bukti yang dipersiapkan sudah lengkap bahkan mencapai sekira 100 bukti yang akan dibeber dalam sidang tersebut. “Di antaranya bukti rekomendasi kepala desa kepada pemilih yang tidak memiliki KTP Minahasa. Kemudian kami juga akan menghadirkan 22 PPK. Dan akan disiapkan audio visual keterlibatan pejabat tinggi di Sulut yang mengumpulkan kepala desa dan mengarahkan mereka untuk mendukung pasangan JWS-IvanSa,” ungkapnya.

 

Komisi  Pemilihan Umum (KPU) Minahasa sendiri mengaku sangat siap untuk menghadapi gugatan calon pasangan nomor urut 3 CNR-DJT. Hal ini diungkapkan Ketua KPU Meidy Tinangon SSi MSi. 
“Untuk menghadapi  gugatan tersebut,  KPU Minahasa akan mengeluarkan surat kuasa khusus kepada Kejaksaan Negeri Tondano sebagai Jaksa Pengacara Negara (JPN). Ini didasarkan pada MoU antara KPU dan Kejari Tondano, tentang penanganan masalah hukum Bidang Pedata dan Tata Usaha Negara (Datum),” ujar Tinangon.

 

Ia menambahkan, KPU prinsipnya sudah sesuai prosedur.   “Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya. Bagaimanapun beberapa pekan ke depan semuanya sudah jelas,” ungkap Tinangon.

Sebelumnya, tiga kuasa hukum CNR dan DJT, masing-masing Vincensius Ranteallo SH, Muhamad Sattu Pali SH dan Daniel Tonapa Masiku SH menggugat KPU Minahasa dimana salah satu materi gugatan terkait dugaan penggelembungan suara yang dilakukan KPU. Pada gugatan itu dicantumkan dugaan konspirasi yang dilakukan KPU dengan pihak yang ditetapkan sebagai pemenang.

Menurut ketiganya, hal ini terlihat seperti dari dikeluarkannya surat KPU Nomor 555/KPU-Kab-023.436239/XII/2012 tanggal 10 Desember 2012 tentang pemilih tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT). Surat itu diterbitkan dua hari sebelum hari H pelaksanaan pemilihan.


Bukan itu saja, kuasa hukum CNR-DJT ini juga  mempertanyakan surat yang diterbitkan KPU dimana pemilih yang tidak terdaftar di DPT/DPS, bahkan warga yang tidak memiliki KTP setempat, tetap bisa memilih asal ada rekomendasi dari kepala desa. “Ini sangat bertentangan dengan UU Pemilu,” ujar ketiganya. Menanggapi beberapa poin yang disampaikan kuasa hukum CNR-DJT, salah satu anggota KPU Minahasa Dicky Paseki SH MH mengungkapkan, pihaknya telah menjalankan tugas mengawal pelaksanaan Pilbup Minahasa sesuai aturan dan UU.


“Mungkin diketahui, untuk DPT sesuai aturan.  yang belum masuk di DPS dan DPT bisa masuk asal dengan catatan mereka masuk dalam daftar pemilih. Namun ini harus ada rekomendasi Panwascam setelah melakukan koordinasi dengan PPS dan  hukum tua  serta lurah.


“Tidak mungkin KPPS melayani para pemilih yang hanya mendapatkan surat dari hukum tua dan lurah, karena ini telah melanggar aturan. Perlu diketahui hanya rekom Panwas lah yang bisa menambah DPT pada tingkat PPS, bukan rekom Hukum Tua,” ujar Paseki.


Lanjutnya KPU memang berkomitmen suara di Tempat Pemungutasn Suara (TPS) harus sama dengan pleno KPU. “Apalagi kita ketahui bersama saat pleno di 566  TPS, tidak ada saksi yang komplein atau keberatan, mereka semua malah menandatangani C1 termasuk saksi dari Partai Golkar,” tutupnya.

 

Sumber: ManadoPost

Monday, December 17, 2012

HAG Akui Kemenenangan JWS-Ivansa

Jiwa ksatria dan kedewasaan berpolitik diperlihatkan duet Hangky A Gerungan (HAG)-Recky J Montong (RJM) dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Minahasa. Walau gagal dan hanya menempati posisi urutan tiga, keduanya dengan jiwa besar memberi selamat kepada pasangan Jantje Wowiling Sajow (JWS) dan Ivan Sarundajang (Ivansa).


HAG ketika dihubungi wartawan koran ini mengungkapkan, bersama RJM ia memberikan selamat kepada JWS-Ivansa yang dipercaya masyarakat Minahasa untuk memimpin 5 tahun ke depan. “Saya mengajak seluruh masyarakat Minahasa terlebih pendukung HAG-RJM untuk menghormati, menghargai dan mendukung putusan Komisi Pemilihan Umum (KPU),” ujar Gerungan.


Selain memberi selamat, HAG-RJM mengaku siap mendukung dan memberikan masukan pada JWS-Ivansa untuk kemajuan Minahasa. “Saya juga berharap agar masyarakat dan para pendukung calon untuk dapat selalu menjaga keamanan dan ketertiban,” tuturnya.


“Kita semua adalah saudara. Saat pesta demokrasi Pilbup memang ada perbedaan pilihan, namun sekarang mari kita bergandengan tangan untuk membangun Minahasa. Jangan kita nodai sukacita Natal ini dengan tindakan- tindakan yang dapat merugikan masyarakat, keluarga terlebih diri kita sendiri,” ajak HAG.


Hal sama disampaikan RJM. “Kepercayaan yang telah diberikan rakyat ini jangan dinodai. Kami siap memberi masukan dan mendukung kepemimpinan JWS-Ivansa untuk 5 tahun ke depan,” ujarnya. “Pemimpin Minahasa yang terpilih saat ini adalah pemimpin yang diberikan Tuhan melalui restu masyarakat,” sambung mantan bendahara sinode GMIM ini.


Denny J Tombeng sendiri ketika dihubungi wartawan koran ini tidak berkomentar lebih. Ketika ditanya bagaimana tanggapannya terhadap hasil pleno KPU yang memenangkan duet JWS-Ivansa hanya berujar singkat. “Kita lihat saja perkembangan selanjutnya.”



Calon bupati terpilih Jantje Wowiling Sajow (JWS) ketika dimintai tanggapannya semalam di sela-sela perayaan kemenangan di Sekretariat Kelurahan Roong mengaku bersyukur karena demokrasi di Minahasa sudah berjalan secara baik dan aman.


“Terima kasih saya panjatkan kepada para aparat kepolisian dan TNI yang telah bertugas mengamankan pelaksanaan Pilbup mulai dari tahapan, kampanye,  pemungutan suara dan pleno hari ini,” tutur JWS.


Ia berharap semua pihak menghormati putusan rakyat yang disampaikan lewat pleno KPU, serta menunjukkan komitmen siap kalah dan memang. “Secara pribadi saya berterima-kasih kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam hal ini bupati dan masyarakat yang telah banyak memberi dukungan terhadap pelaksanaan Pilbup di tanah Toar Lumimuut,” ujar JWS.


Di tempat yang sama calon Wakil Bupati Ivan Sarundajang menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada masyarakat Minahasa yang telah mempercayakan dirinya bersama JWS memimpin Minahasa.


“Saya mengajak semua komponen baik itu pasangan calon lainnya dan para pendukung mereka untuk merapatkan barisan bersama JWS-Ivansa membangun Minahasa lebih baik,” katanya.


“Tanggalkan perbedaan yang terjadi selama tahapan pemilihan. Proses sudah selesai, saat ini mari bersama-sama memberi diri untuk Kabupaten Minahasa. Jauhi perselisihan dan perbedaan yang menyebabkan kita terkotak-kotak,” ajak Ivansa.

 

Sumber: ManadoPost

JWS-Ivansa Menang, Olly Kans Gubernur Sulut 2015

Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut Olly Dondokambey berpeluang besar menjadi Gubernur Sulut periode 2015-2020 menggantikan SH Sarundajang. Peluang Olly menjadi orang nomor satu Sulut ini bukannya tanpa alasan. Fakta menunjukkan, setelah KPU Minahasa memastikan pasangan Jantje Wowiling Sajow dan Ivan Sarundajang (JWS-Ivansa) menang di pemilihan bupati (Pilbup) Minahasa pada rekapitulasi perhitungan suara, Senin (17/12)  kemarin, Olly sukses menjuarai empat Pilkada berturut-turut sejak dipercaya menakodai sementara pimpinan tertinggi PDIP Sulut.   Fenomenalnya lagi, kemenangan PDIP di empat Pilkada mulai dari Pilkada Bolsel, Bolmong, Sangihe, dan Minahasa, dengan mengalahkan incumbent.

Di Bolsel akhir tahun 2010 lalu, calon PDIP Herson Mayulu sukses mengalahkan calon Golkar, Arudji Mongilong, mantan penjabat bupati setempat. Sukses selanjutnya diperlihatkan di Bolmong tahun 2011 kemarin. Koalisi PDIP dan PAN lewat putra Lolak Salihi Mokodongan-Yanny Tuuk, berhasil mematahkan mitos politik di Bolmong. Jago Partai Golkar Aditya Didi Moha yang dibackup incumbent saat itu, Marlina Moha Siahaan, Ketua Golkar Bolmong terpuruk di urutan ketiga.

Kegemilangan PDIP berlanjut di Pilbup Sangihe. Menghadapi incumbent setenar Winsulangi Salindeho, duet PDIP HR Makagansa-Jabes Gaghana berhasil menang hanya dalam satu putaran saat Pilkada Sangihe yang berlangsung September 2011. Puncaknya, saat JWS-Ivansa menumbangkan Careig N Runtu-Denny J Tombeng di wilayah kekuasaan Stefanus Vreeke Runtu, yang sangat berkuasa sebagai Ketua DPD Golkar Sulut sekaligus Bupati Minahasa.

 

"Dengan kemenangan demi kemenangan ini, Olly kans kuat menjadi Gubernur Sulut periode 2015-2020," demikian perbincangan sejumlah pecandu politik di sejumlah kedai kopi.

 

Dekan Fisip Universitas Sam Ratulangi Prof Philip Morses Regar  tidak mau berpendapat  terlalu dini, tentang kans PDIP akan mulus meraih kursi gubernur-wakil gubernur Sulut 2015 nanti. Tapi, pengamat politik ini melihat kans Olly sangat kuat. “Tergantung figur dan upaya sosialisasi terhadap figur yang akan diusung,” katanya semalam.

 

Katanya, kemenangan PDIP di empat pemilihan bupati, terakhir di Minahasa, jadi bahan perhitungan lawan-lawan politik. Sebab, sedikit banyak pengaruh suara di daerah tersebut akan besar untuk calon gubernur nanti. 

 

Regar menambahkan, sosok Olly Dondokambey, memang kuat bagi publik Sulut. Dengan kiprahnya di DPR RI yang banyak membantu daerah memperjuangkan anggaran pembangunan, merupakan poin penting mendongkrak popularitasnya. “Banyak orang Sulut tahu itu,” katanya.

 

Namun, perjalanan waktu yang masih setahun lebih ini akan sangat mempengaruhi elektabilitas sosok yang diusung. Sementara itu, momen yang dinantikan ribuan pendukung Jantje Wowiling Sajow (JWS) dan Ivan Sarundajang (IvanSa)  akhirnya datang juga kemarin malam. Mereka langsung bersorak saat JWS-IvanSa dipastikan menjadi pemimpin baru Minahasa periode 2013-2018.


Hasil pleno rekapitulasi perhitungan suara yang dilakukan KPU Minahasa di bawah pimpinan Ketua KPU Meidy Tinangon SSi MSi Senin (17/12) kemarin, JWS-IvanSa dinyatakan meraub dukungan sah 78.521 pemilih atau unggul 3.195 suara atas Careig N Runtu (CNR) dan Denny J Tombeng(DJT) yang meraub 75.326 suara. Di bawah mereka berdua, HAG-RJM meraih  55.223 suara, pasangan Johana Kaseger-Ferdinand Mewengkang (Kamang) 2.585 suara dan AFN-JJM 817 suara.

Pantauan wartawan Koran ini, sebelum pleno KPU berlangsung, di dalam ruangan maupun di luar gedung terasa panas dan tegang. Suara para pendukung terdiam saat sidang pleno mulai digelar sekira pukul 12.00 Wita. Rekapitulasi dimulai dari Kecamatan Sonder.


Kubu JWS-IvanSa unggul sampai memasuki 5 kecamatan yaitu Kawangkoan Utara, Kawangkoan Barat, Kawangkoan dan Tompaso. Saat ingin dilanjutkan, saksi CNR-DJT Febry Suoth dan Nolvie Tumalun beberapa kali melakukan interupsi dan meminta agar KPU membuka kotak suara dan menghitung kembali perolehan suara. Alasan mereka, ada pasangan calon yang dicoblos tiga kali namun tidak disahkan, tapi di sejumlah TPS lainnya disahkan dan ini merugikan pasangan CNR-DJT.


Menanggapi desakan ini Ketua KPU Minahasa, Meidy Tinangon menolak permintaan tersebut. Menurutnya, protes pada kasus surat suara tercoblos lebih dari satu dibahas pada tingkatan KPPS dan PPS .


“Jika dilakukan penghitungan ulang surat suara maka itu adalah langkah mundur dalam kegiatan pleno .  Kami tidak bisa memenuhi keinginan dari saksi karena saat ini kita tidak lagi membahas soal protes. Jika keberatan silahkan melapor ke Panwas Minahasa. Kita tetap akan melanjutkan proses rekapitulasi perhitungan suara,"tegas Tinangon.


Karena tidak ditanggapi pleno kemudian dilanjutkan. Namun harus terhenti beberapa kali akibat padamnya listrik. Listrik padam sendiri disebabkan karena tegangan di KPU tidak mampu mengimbangi beban yang digunakan.


Usai jeda, pleno rekapitulasi berlanjut ke kecamatan Langowan Raya. Kubu CNR-DJT  melejit dan menggungguli JWS-Ivansa. Saat  CNR-DJT berada di atas, saksi JWS-Ivansa yang diwakili oleh Dharma Palar dan Romeo Tumbel tampak tegang. Mereka tampak memejamkan mata. 


Saat memasuki perhitungan kecamatan ke-19,  kubu CNR-DJT kelihatan bergembira, karena jagoan mereka unggul hampir 4 ribuan suara. Namun, kegembiraan kubu CNR-DJT tak berlangsung lama. Memasuki pleno di Kecamatan Tombulu atau kecamatan ke- 20 keunggulan CNR-DJT mulai diperkecil suara duet JWS-Ivansa. Saat itu saksi CNR-DJT yang diwakili oleh Oklen Waleleng dan Nolvie Tumalun yang sudah bertukaran dengan Febry Suoth tampak tegang.

Di Kecamatan Tombulu, JWS unggul tipis dari CNR. Memasuki pleno Kecamatan Tombariri perolehan suara JWS-Ivansa semakin meninggalkan perolah suara CNR-DJT. Keperkasaan JWS-Ivansa kian tak terbentung saat pleno terakhir Kecamatan Pineleng dimana dalam pleno ini  JWS-Ivansa unggul 3.195 suara dari duet CNR-DJT.


Ketua KPU Meidy Tinangon kemudian membacakan  hasil rekap terakhir dan kemudian meminta para saksi untuk menandatangani hasil tersebut. Saksi HAG-RJM yang diwakili oleh Mantojo Rambitan, saksi JWS-Ivansa yang diwakili Dharma Plar kemudian, saksi AFN-JJM, minus saksi Kamang langsung  menandatangani hasil tersebut. Saksi pasangan CNR-DJT sendiri enggan menandatangni hasil pleno.


Pada kesempatan ini juga KPU memberikan kesempatan kepada masing-masing pasangan calon untuk mengambil formulir keberatan dan diberikan waktu kurang lebih 3 hari dari saat pleno Senin untuk memasukkan keberatan. Ketua KPU sendiri ketika dikonfirmasi koran ini terkait adanya saksi pasangan calon yang tidak menandatangani hasil pleno KPU? Hanya berujar itu tidak akan mempengaruhi hasil pleno.


Sekira pukul 19.00 Wita, duet JWS-IvanSa didampingi istri tercinta bersama puluhan pendukungnya mendatangi KPU Minahasa dan memberikan selamat kepada para petugas keamanan dan pegawai KPU termasuk ketua dan anggota KPU bersama Panwas serta Ketua KPU Provinsi dan Bawaslu. 
 
Seperti diketahui kedatangan JWS-Ivansa ini sendiri di Kantor KPU tidak lain untuk mengikuti penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih yang dilaksanakan KPU Minahasa. Menurut Ketua KPU Meidy Tinangon penetapan pasangan terpilih ini sendiri dimajukan dari jadwal sebenarnya  yaitu Selasa (18/12) hari ini.


Pelaksanaan pleno ini sendiri mendapatkan pengamanan berlapis  dari aparat kepolisian dan TNI. Walau jadwal pleno rekapitulasi suara baru akan dilakukan pukul 10.00 Wita, namun penjagaan ketat mulai terlihat sejak pukul 08.00 Wita.


Kapolda Sulut Brigjen Pol Drs Dicky Atotoy ikut menurunkan pasukan yang totalnya sekira 1.000 personil. Mereka khusus untuk mengamankan proses Pemilihan Bupati (Pilbup) Minahasa sampai selesai. “Sejauh ini, proses Pilbup di Minahasa masih aman terkendali,” tutur Kapolda Senin (17/12) kemarin.

Atotoy cukup optimis kalau situasi di Minahasa masih aman. “Aparat Polda yang ditempatkan di Minahasa sebelumnya 900 an personil belum ditarik. Ditambah 100 anggota Brimob dan 30 Sabhara dikirim ke sana,” yakin Atotoy.


Sementara itu, terkait isu premanisme yang diduga melibatkan pejabat daerah, Atotoy mengatakan tidak sungkan untuk menindaki oknum tersebut. “Kami tegaskan, kepolisian tidak pandang bulu menindak  siapapun yang bermain curang dan memakai kekerasan,” tandasnya beberapa waktu lalu.

“Termasuk kepada preman atau oknum pejabat,” kunci jenderal bintang satu ini.Aparat kepolisian dalam menjalankan tugas berkolaborasi dengan aparat TNI, di bawah pimpinan Danrem 131 Santiago Brigjen Johny L Tobing. Kerja sama kedua pihak tersebut untuk mencegah dan menangkal segala potensi konflik yang bisa saja terjadi.


Pantauan di lapangan, situasi di luar kantor KPU Minahasa dipadati massa pendukung tiga calon. Polisi mengawal ketat, siapa pun yang masuk keluar kantor KPU. Zona larangan sudah ditetapkan, 100 meter dari kantor KPU, kendaraan dilarang masuk  dan diarahkan lewat jalur lingkar.


Larangan ini berlaku untuk semua kendaraan termasuk milik personil KPU. Kendaraan mereka hanya bisa parkir di lapangan Kodim 1302 Minahasa. Kendaraan Panwas dan PPK parkir di lokasi penjagaan yang menyebabkan mereka harus berjalan kaki untuk masuk di kantor KPU.


Untuk masuk di lokasi harus melawati dua penjagaan ketat, dimana harus berhadapan dengan beberapa personil anggota Polisi yang berjaga di halaman dan juga di pintu masuk kantor KPU.  Halaman kantor nyaris steril dan hanya tampak  terparkir mobil pengendali massa milik Polda Sulut. Disamping kantor KPU sendiri terparkir mobil water cannon dan beberapa truk milik polisi.


Menurut Kapolres Minahasa AKBP Dra Henny Posumah pengamanan berlapis ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti amukan massa yang kecewa dengan hasil pleno dan lain sebagainya. “Saya berharap para pasangan calon dan pendukung dapat menerima apapun hasil pleno yang dilaksanakan hari ini dengan jiwa besar,”ujar Posumah singkat. Rapat pleno ini senediri dihadiri langsung oleh Ketua KPU Provinsi Livie Allow SSos, Ketua Bawaslu Erwyn Malonda, Ketua Panwas Minahasa Erwin Sumampouw bersama anggota, anggota KPU Minahasa dan Ketua PPK di 22 Kecamatan.

Sementara itu Kubu CNR-DJT sendiri tak memberi komentar banyak soal pleno hasil rekapitulasi perolehan suara di KPUD Minahasa kemarin. Koordinator Media Centre CNR-DJT Hanny Sumakul mengaku menghargai hasil pleno KPU. “Besok (hari ini, Red) akan dibicarakan dengan tim, apakah akan ada gugatan ke MK atau tidak,” katanya.

 

Sumber: ManadoPost

Hasil Pleno KPU Minahasa

Proses Pleno Rekapitulasi berjalan dgn aman terkendali dgn hasil:
JWS- IVANSA 78.521 (36,96%),
CNR-DJT 75.326(35,44 %)
HAG-RJM 55223(25,99%)
KAMANG 2585(1,21%).
AFN-JM 800(0,38%)

*sumber: Tidak Resmi
Powered by Telkomsel BlackBerry®

KPU Laksanakan Pleno Hari Ini

Setelah panitia pemungutan suara (PPS) di tingkat desa, lalu panitia pemilihan kecamatan (PPK) melakukan pleno perhitungan suara, hari ini, KPU Minahasa dijadwalkan merekapitulasi hasil. “Rekapitulasi perhitungan suara rencananya dilaksanakan pukul 10.00 Wita dan akan menghadirkan saksi para pasangan calon, PPK, Panwas, Bawaslu, dan KPU Provinsi,” ujar Ketua KPU Minahasa Meidy Tinangon SSi MSi kepada Manado Post, kemarin. Menurut Tinangon, pleno KPU hari ini, hanya akan mencocokkan pleno yang sudah dilakukan PPS dan PPK. “Yang pasti hasilnya tidak akan mengalami perubahan.Sesuai pleno PPK dan PPS. KPU hanya menindaklanjuti pleno di tingkat paling bawah dan kami hanya mencocokkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, data C1 yang telah ditandatangani para saksi saat berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan jadi data pembanding, tidak mungkin mengalami perubahan sampai di tingkat KPU. Tinangon lantas menagih janji para kandidat saat kampanye damai. Yaitu, siap menerima kekalahan. “Sebagai ketua KPU saya berharap agar para pendukung calon bisa menahan diri dan tidak mudah terprovokasi sampai hasil resmi diumumkan KPU. Saya juga berharap kepada pasangan calon sebagai putra-putri terbaik tanah Minahasa untuk bisa menunjukkan sikap dewasa dalam berdemokrasi. Komitmen dan ikrar siap terpilih dan tidak terpilih harus bisa dijunjung tinggi,” ujarnya.

Senada dikatakan anggota KPU Minahasa lainnya, Dicky Paseki. Menurutnya, para pendukung pasangan calon harus memiliki jiwa besar dan menerima hasil pleno KPU dengan lapang dada. “Proses telah berlangsung dengan pengawalan saksi dan Panwas, apapun hasilnya sudah tidak bisa dirubah oleh siapa-pun,” tegas Paseki.

Sebelumnya, Sabtu (15/12) akhir pekan lalu, 22 PPK sudah tuntas melaksanakan pleno di tingkat kecamatan. Hasil ini tidak jauh berbeda dengan pleno di tingkat PPS dan juga C1. Peraih suara terbanyak duet Jantje W Sajow (JWS) dan Ivan Sarundajang (Ivansa). Hasil pleno di 22 kecamatan, kubu JWS-Ivansa unggul di 9 kecamatan (Lembean Timur, Eris, Kawangkoan Utara, Kawangkoan Induk, Tondano Selatan, Tombariri, Pineleng, Tombulu, dan Sonder). Sedangkan duet Careig N Runtu (CNR) dan Denny J Tombeng (DJT), unggul di 8 kecamatan (Tompaso, Langowan Selatan, Langowan Timur, Langowan Utara, Langowan Barat, Kawangkoan Barat, Tondano Utara, dan Remboken). Duet Hangky A Gerungan (HAG) dan Recky J Montong (RJM) sendiri, mampu unggul di 5 kecamatan (Kakas, Kakas Barat, Tondano Timur, Kombi dan Tondano Barat).

Sesuai data sementara, kemenangan JWS-Ivansa terhadap CNR-DJT sangat tipis. Hanya 1,52 persen atau 3.218 suara. Dari hasil pleno sendiri terlihat JWS unggul telak di Dapil I. Contohnya bisa dilihat di Kecamatan Tombulu dimana JWS-Ivansa unggul selisih 5.000 suara lebih dari CNR-DJT. Demikian juga di Kecamatan Pineleng (gabung Mandolang) dimana JWS-Ivansa unggul 2.000 suara lebih atas CNR-DJT. Di Tombariri juga sama JSW-Ivansa unggul hampir 1.500 suara lebih. CNR-DJT sendiri walau unggul di 8 kecamatan, namun perbedaan suaranya hanya tipis dengan JWS-Ivansa. Hanya di Kecamatan Langowan Timur CNR unggul agak banyak, yakni 2.000 suara lebih dan Kecamatan Tondano Utara 1.000 lebih. HAG-RM sendiri hanya menang di 5 kecamatan. Perolehan suara HAG-RJM dominan di Kecamatan Kakas yang unggul 2.500 suara lebih dan Kakas Barat 1.000 suara lebih. Menurut Ketua PPK Kawangkoan Induk Meidy Sada, pelaksanaan pleno di PPK Kawangkoan tidak mengalami perubahan dan nyaris sesuai dengan data dari PPS. “Pleno kami laksanakan pukul 11.00 Wita sampai pukul 15.00 wita pada, Sabtu (15/12) kemarin. Pleno disaksikan 3 saksi pasangan calon yaitu pasangan nomor 2,3 dan 4. Hasil pleno ini sendiri diterima semua saksi karena tidak mengalami perubahan sesuai pleno PPS. Kami berharap hasil ini akan sama dengan pleno KPU,” harap Sada. Demikian juga diungkapkan Ketua PPK Tondano Selatan Deifry Mokolensang. Menurutnya, pleno yang dilangsungkan sejak pukul 11.00 Wita sampai pukul 13.00 Wita, berjalan lancar dan aman. “Hasil pleno PPK sama dengan hasil pleno di tingkat PPS, tidak ada perubahan,” ujarnya. Ditambahkan-nya, pleno yang dilakukan di Tondano Selatan, turut dihadiri 3 saksi pasang calon.

PENGAMANAN

Di sisi lain, dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti amukan massa pendukung calon tertentu yang tidak terima dengan hasil pleno pada, Senin (17/12) hari ini, aparat keamanan telah memasang kawat duri mengelilingi kantor KPU. Menurut Kapolres Minahasa AKBP Dra Henny Posumah, pihak-nya akan menurunkan kekuatan penuh untuk menjaga keamanan di sekitar kantor KPU, selama rekapitulasi perhitungan suara dilaksanakan. “Selaku Kapolres Minahasa saya berharap agar para pendukung calon dapat menahan diri bila ingin menyaksikan langsung rekapitulasi perhitungan suara di sekitar pagar kantor KPU,” ujarnya. Lanjut Posumah, kepada pasangan calon kiranya dapat berjiwa besar dalam menerima apapun hasil dari pleno ini. “Dalam pertandingan ada yang kalah dan ada yang menang. Mereka dikatakan berjiwa besar bila siap menerima apapun hasil dari putusan di tingkat KPU,” ujar Posumah. Ditanya bagaimana bila ada upaya-upaya dari oknum tertentu yang sengaja ingin menggagalkan pleno atau membuat kacau saat pleno digelar? Posumah berjanji, pihaknya akan mengambil langkah tegas dan tidak akan kompromi.

Sementara, informasi diterima koran ini, ada pasangan calon akan melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Ketua MK Prof Mahfud MD sendiri dalam diskusi singkat di redaksi Manado Post, Selasa (11/12) atau sehari menjelang pemilihan, ikut menyampaikan harapannya terhadap Pemilihan Bupati Minahasa yang berlangsung, Rabu (12/12) lalu. Ia mengharapkan, pesta demokrasi di Minahasa tersebut berjalan dengan baik, tidak ada kecurangan, apalagi sampai melapor ke MK. Hanya saja jika ada kecurangan, itu bisa dilaporkan, asalkan disertai bukti kuat. "Gugatan para calon ke MK yang sering terjadi pasca Pemilukada. Karena setiap Pemilukada pasti ada kecurangan. Hanya saja kecurangannya dalam bentuk apa dulu,’’ ujar Mahfud yang didampingi Wakil Gubernur Sulut Dr Djouhari Kansil dan anggota DPD-RI utusan Sulut Mayjen TNI Pur Ferry Tinggogoy. Menurut Mahfud, MK akan memproses laporan kecurangan Pemilukada. Apalagi jika memenuhi unsur TSM atau terstruktur, sistematis, dan masif. ‘’Jika gugatannya terkait tiga unsur itu dan punya bukti kuat, bisa dianulir,’’ ujar Mahfud. Dan tindakan terstruktur, sistematis, dan masif itu selalu yang melakukannya tidak lain yakni penyelenggara Pemilukada. ‘’Penyelenggara Pemilukada itu ada tiga. Yakni pemerintah daerah, KPU, dan Panwaslu. Tetapi terkadang KPU dan Panwaslu sudah berjalan mulus, namun pemerintah daerah yang melakukan kecurangan,’’ ujar Mahfud. Sehingga Mahfud merasa lucu jika yang menggugat itu penyelenggara Pemilukada atau Pemda atau incumbent. ‘’Karena yang bisa melakukan tindakan terstruktur, sistematis, dan masif itu hanya Pemda,’’ ujar Mahfud. Misalnya intimidasi dan pengerahan pejabat, PNS, guru-guru, camat, lurah atau kepala desa, menggandakan pemilih, dan menghalangi hak pilih seseorang. Itu semua tindakan-tindakan terstruktur, sistematis, dan masif yang sangat merugikan calon lain. Lanjut Mahfud, ia menyesalkan banyak calon yang kalah dibodohi pengacara. ‘’Misalnya ada pengacara yang datang-datang dan mengatakan kepada incumbent yang kalah, bahwa ia punya hubungan dekat dengan Ketua MK. Sehingga bisa memperjuangkan dan bahkan memenangkan gugatannya di MK. Akibatnya, incumbent itu membayar sekian miliar ke pengacara tersebut. Dan akhirnya kasusnya tetap kalah di MK,’’ kata Mahfud. Bahkan Mahfud menceritakan, bahwa kasus-kasus seperti itu banyak terjadi. ‘’Saya banyak menerima SMS dan telepon dari beberapa incumbent yang kalah. Mereka menanyakan, kenapa gugatannya kalah di MK. Kendati incumbent itu mengaku sudah membayar sekian miliar kepada saya melalui pengacaranya. Sementara saya tidak pernah dan tidak akan pernah menerima suap dari siapa pun,’’ ujar Mahfud. Menurut Mahfud, kasus-kasus seperti itu banyak terjadi di luar Pulau Jawa. Lebih khusus lagi di Indonesia Timur. ‘’Kasihan mereka tidak tahu. Kalau incumbent-incumbent di Pulau Jawa, mereka semua sudah pada tahu semua. Kasian yang di Papua, banyak yang jadi korban pengacara. Mereka tidak tahu, Mahfud itu tidak pandang bulu demi menegakkan hukum keadilan. Jangankan gubernur atau bupati, presiden saja tidak bisa mengintervensi saya. Jadi kalau ada pengacara atau siapa saja yang mengatakan, kenal dan dekat dengan saya di pusat, itu tidak benar. Presiden saja tak bisa mengintervensi saya apalagi hanya pengusaha, menteri, ketua partai, apalagi anggota dewan,’’ ujar Mahfud sambil tertawa.

Sumber: ManadoPost

 

KPU Laksanakan Pleno Hari Ini

Setelah panitia pemungutan suara (PPS) di tingkat desa, lalu panitia pemilihan kecamatan (PPK) melakukan pleno perhitungan suara, hari ini, KPU Minahasa dijadwalkan merekapitulasi hasil. “Rekapitulasi perhitungan suara rencananya dilaksanakan pukul 10.00 Wita dan akan menghadirkan saksi para pasangan calon, PPK, Panwas, Bawaslu, dan KPU Provinsi,” ujar Ketua KPU Minahasa Meidy Tinangon SSi MSi kepada Manado Post, kemarin. Menurut Tinangon, pleno KPU hari ini, hanya akan mencocokkan pleno yang sudah dilakukan PPS dan PPK. “Yang pasti hasilnya tidak akan mengalami perubahan.Sesuai pleno PPK dan PPS. KPU hanya menindaklanjuti pleno di tingkat paling bawah dan kami hanya mencocokkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, data C1 yang telah ditandatangani para saksi saat berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan jadi data pembanding, tidak mungkin mengalami perubahan sampai di tingkat KPU. Tinangon lantas menagih janji para kandidat saat kampanye damai. Yaitu, siap menerima kekalahan. “Sebagai ketua KPU saya berharap agar para pendukung calon bisa menahan diri dan tidak mudah terprovokasi sampai hasil resmi diumumkan KPU. Saya juga berharap kepada pasangan calon sebagai putra-putri terbaik tanah Minahasa untuk bisa menunjukkan sikap dewasa dalam berdemokrasi. Komitmen dan ikrar siap terpilih dan tidak terpilih harus bisa dijunjung tinggi,” ujarnya.

Senada dikatakan anggota KPU Minahasa lainnya, Dicky Paseki. Menurutnya, para pendukung pasangan calon harus memiliki jiwa besar dan menerima hasil pleno KPU dengan lapang dada. “Proses telah berlangsung dengan pengawalan saksi dan Panwas, apapun hasilnya sudah tidak bisa dirubah oleh siapa-pun,” tegas Paseki.

Sebelumnya, Sabtu (15/12) akhir pekan lalu, 22 PPK sudah tuntas melaksanakan pleno di tingkat kecamatan. Hasil ini tidak jauh berbeda dengan pleno di tingkat PPS dan juga C1. Peraih suara terbanyak duet Jantje W Sajow (JWS) dan Ivan Sarundajang (Ivansa). Hasil pleno di 22 kecamatan, kubu JWS-Ivansa unggul di 9 kecamatan (Lembean Timur, Eris, Kawangkoan Utara, Kawangkoan Induk, Tondano Selatan, Tombariri, Pineleng, Tombulu, dan Sonder). Sedangkan duet Careig N Runtu (CNR) dan Denny J Tombeng (DJT), unggul di 8 kecamatan (Tompaso, Langowan Selatan, Langowan Timur, Langowan Utara, Langowan Barat, Kawangkoan Barat, Tondano Utara, dan Remboken). Duet Hangky A Gerungan (HAG) dan Recky J Montong (RJM) sendiri, mampu unggul di 5 kecamatan (Kakas, Kakas Barat, Tondano Timur, Kombi dan Tondano Barat).

Sesuai data sementara, kemenangan JWS-Ivansa terhadap CNR-DJT sangat tipis. Hanya 1,52 persen atau 3.218 suara. Dari hasil pleno sendiri terlihat JWS unggul telak di Dapil I. Contohnya bisa dilihat di Kecamatan Tombulu dimana JWS-Ivansa unggul selisih 5.000 suara lebih dari CNR-DJT. Demikian juga di Kecamatan Pineleng (gabung Mandolang) dimana JWS-Ivansa unggul 2.000 suara lebih atas CNR-DJT. Di Tombariri juga sama JSW-Ivansa unggul hampir 1.500 suara lebih. CNR-DJT sendiri walau unggul di 8 kecamatan, namun perbedaan suaranya hanya tipis dengan JWS-Ivansa. Hanya di Kecamatan Langowan Timur CNR unggul agak banyak, yakni 2.000 suara lebih dan Kecamatan Tondano Utara 1.000 lebih. HAG-RM sendiri hanya menang di 5 kecamatan. Perolehan suara HAG-RJM dominan di Kecamatan Kakas yang unggul 2.500 suara lebih dan Kakas Barat 1.000 suara lebih. Menurut Ketua PPK Kawangkoan Induk Meidy Sada, pelaksanaan pleno di PPK Kawangkoan tidak mengalami perubahan dan nyaris sesuai dengan data dari PPS. “Pleno kami laksanakan pukul 11.00 Wita sampai pukul 15.00 wita pada, Sabtu (15/12) kemarin. Pleno disaksikan 3 saksi pasangan calon yaitu pasangan nomor 2,3 dan 4. Hasil pleno ini sendiri diterima semua saksi karena tidak mengalami perubahan sesuai pleno PPS. Kami berharap hasil ini akan sama dengan pleno KPU,” harap Sada. Demikian juga diungkapkan Ketua PPK Tondano Selatan Deifry Mokolensang. Menurutnya, pleno yang dilangsungkan sejak pukul 11.00 Wita sampai pukul 13.00 Wita, berjalan lancar dan aman. “Hasil pleno PPK sama dengan hasil pleno di tingkat PPS, tidak ada perubahan,” ujarnya. Ditambahkan-nya, pleno yang dilakukan di Tondano Selatan, turut dihadiri 3 saksi pasang calon.

PENGAMANAN

Di sisi lain, dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti amukan massa pendukung calon tertentu yang tidak terima dengan hasil pleno pada, Senin (17/12) hari ini, aparat keamanan telah memasang kawat duri mengelilingi kantor KPU. Menurut Kapolres Minahasa AKBP Dra Henny Posumah, pihak-nya akan menurunkan kekuatan penuh untuk menjaga keamanan di sekitar kantor KPU, selama rekapitulasi perhitungan suara dilaksanakan. “Selaku Kapolres Minahasa saya berharap agar para pendukung calon dapat menahan diri bila ingin menyaksikan langsung rekapitulasi perhitungan suara di sekitar pagar kantor KPU,” ujarnya. Lanjut Posumah, kepada pasangan calon kiranya dapat berjiwa besar dalam menerima apapun hasil dari pleno ini. “Dalam pertandingan ada yang kalah dan ada yang menang. Mereka dikatakan berjiwa besar bila siap menerima apapun hasil dari putusan di tingkat KPU,” ujar Posumah. Ditanya bagaimana bila ada upaya-upaya dari oknum tertentu yang sengaja ingin menggagalkan pleno atau membuat kacau saat pleno digelar? Posumah berjanji, pihaknya akan mengambil langkah tegas dan tidak akan kompromi.

Sementara, informasi diterima koran ini, ada pasangan calon akan melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Ketua MK Prof Mahfud MD sendiri dalam diskusi singkat di redaksi Manado Post, Selasa (11/12) atau sehari menjelang pemilihan, ikut menyampaikan harapannya terhadap Pemilihan Bupati Minahasa yang berlangsung, Rabu (12/12) lalu. Ia mengharapkan, pesta demokrasi di Minahasa tersebut berjalan dengan baik, tidak ada kecurangan, apalagi sampai melapor ke MK. Hanya saja jika ada kecurangan, itu bisa dilaporkan, asalkan disertai bukti kuat. "Gugatan para calon ke MK yang sering terjadi pasca Pemilukada. Karena setiap Pemilukada pasti ada kecurangan. Hanya saja kecurangannya dalam bentuk apa dulu,’’ ujar Mahfud yang didampingi Wakil Gubernur Sulut Dr Djouhari Kansil dan anggota DPD-RI utusan Sulut Mayjen TNI Pur Ferry Tinggogoy. Menurut Mahfud, MK akan memproses laporan kecurangan Pemilukada. Apalagi jika memenuhi unsur TSM atau terstruktur, sistematis, dan masif. ‘’Jika gugatannya terkait tiga unsur itu dan punya bukti kuat, bisa dianulir,’’ ujar Mahfud. Dan tindakan terstruktur, sistematis, dan masif itu selalu yang melakukannya tidak lain yakni penyelenggara Pemilukada. ‘’Penyelenggara Pemilukada itu ada tiga. Yakni pemerintah daerah, KPU, dan Panwaslu. Tetapi terkadang KPU dan Panwaslu sudah berjalan mulus, namun pemerintah daerah yang melakukan kecurangan,’’ ujar Mahfud. Sehingga Mahfud merasa lucu jika yang menggugat itu penyelenggara Pemilukada atau Pemda atau incumbent. ‘’Karena yang bisa melakukan tindakan terstruktur, sistematis, dan masif itu hanya Pemda,’’ ujar Mahfud. Misalnya intimidasi dan pengerahan pejabat, PNS, guru-guru, camat, lurah atau kepala desa, menggandakan pemilih, dan menghalangi hak pilih seseorang. Itu semua tindakan-tindakan terstruktur, sistematis, dan masif yang sangat merugikan calon lain. Lanjut Mahfud, ia menyesalkan banyak calon yang kalah dibodohi pengacara. ‘’Misalnya ada pengacara yang datang-datang dan mengatakan kepada incumbent yang kalah, bahwa ia punya hubungan dekat dengan Ketua MK. Sehingga bisa memperjuangkan dan bahkan memenangkan gugatannya di MK. Akibatnya, incumbent itu membayar sekian miliar ke pengacara tersebut. Dan akhirnya kasusnya tetap kalah di MK,’’ kata Mahfud. Bahkan Mahfud menceritakan, bahwa kasus-kasus seperti itu banyak terjadi. ‘’Saya banyak menerima SMS dan telepon dari beberapa incumbent yang kalah. Mereka menanyakan, kenapa gugatannya kalah di MK. Kendati incumbent itu mengaku sudah membayar sekian miliar kepada saya melalui pengacaranya. Sementara saya tidak pernah dan tidak akan pernah menerima suap dari siapa pun,’’ ujar Mahfud. Menurut Mahfud, kasus-kasus seperti itu banyak terjadi di luar Pulau Jawa. Lebih khusus lagi di Indonesia Timur. ‘’Kasihan mereka tidak tahu. Kalau incumbent-incumbent di Pulau Jawa, mereka semua sudah pada tahu semua. Kasian yang di Papua, banyak yang jadi korban pengacara. Mereka tidak tahu, Mahfud itu tidak pandang bulu demi menegakkan hukum keadilan. Jangankan gubernur atau bupati, presiden saja tidak bisa mengintervensi saya. Jadi kalau ada pengacara atau siapa saja yang mengatakan, kenal dan dekat dengan saya di pusat, itu tidak benar. Presiden saja tak bisa mengintervensi saya apalagi hanya pengusaha, menteri, ketua partai, apalagi anggota dewan,’’ ujar Mahfud sambil tertawa.

Sumber: ManadoPost

 

Tuesday, December 11, 2012

Minahasa Memilih

TONDANO — 12.12.12 hari ini, menjadi sejarah baru bagi Minahasa. Rakyat Tanah Toar Lumimuut ini akan menentukan pilihan siapa yang menjadi pemimpin mereka lima tahun ke depan. Lima pasang calon yang akan berjibaku meraih suara dari rakyat, pasti akan ada yang menang, ada pula yang “menang-is”. Pasangan Ariane Frederik Nangoy-Jeffry J Mentu, Careig Naichel Runtu-Denny J Tombeg, Jantje Wowiling Sajouw-Ivan Sarundajang, Hangky Arther Gerungan-Recky J Montong, dan Johana Kaseger-Ferdinand Mewengkang, menunggu gerakan hati pemilih untuk memilih mereka. "Apapun yang terjadi esok (hari ini, red) itu sudah digariskan Tuhan, tidak perlu terlalu memikirkannya. Karena kami yakin bila Tuhan berkenan, tidak ada satupun kekuatan yang dapat menahannya,” ujar Hangky Gerungan. Hari ini, Rabu (12/12) 264.193 rakyat Minahasa yang mempunyai hak pilih akan berbondong-bondong mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menyalurkan hak suara mereka.

Harian Manado Post melaporkan, kemarin hingga tadi malam, kesiapan dalam menyambut pesta demokrasi ini sendiri sudah mulai tampak terlihat di sejumlah wilayah. Para petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) mulai membuat Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang akan digunakan untuk memilih. Di seluruh Minahasa bakal 264.192 pemilih akan menyalurkan suara di 566 TPS. Rakyat Minahasa, juga pihak lain yang ingin mengetahui hasil pemilihan bupati (Pilbup) hari ini, kemungkinan akan segera mendapatkan informasinya. Sebab, ada beberapa lembaga survey independen yang turun ke Minahasa untuk melakukan perhitungan cepat atau quick count. Ketua KPU Minahasa Meidy Tinangon Selasa (11/12) mengungkapkan, sampai saat ini sudah ada beberapa lembaga survey yang memasukan surat ke KPU Minahasa untuk melakukan perhitungan cepat. “Barusan dari LSI dan beberapa lembaga survey lainnya yang membawa surat rekomendasi untuk melakukan quick count. Sebenarnya mereka bisa langsung melakukan quick count dengan melapor saja ke Kesbangpol atau instansi terkait lainnya,” ujar Tinangon. Lanjut Tinangon, dengan adanya quick count , kemungkinan sore hari masyarakat Minahasa sudah bisa mengetahui siapa Bupati-Wakil Bupati Minahasa 2013-2018. 

Pasangan calon tertentu juga tampaknya mempersiapkan tim untuk melakukan quick count-nya sendiri. H-1 jelang pemilihan aktifitas calon bupati tampak seperti biasa. Hangky Gerungan sendiri tampak santai bermain dengan Aurell di rumah milik keluarga Gerungan-Wala di Desa Wasian, Kecamatan Kakas. Hanya mengenakan kaos dan celana pendek coklat HAG nampak menikmati waktunya bersama sang cucu, Aurell Gerungan. Raut wajahnya nampak santai seolah tidak memikirkan kalau sehari lagi dia akan menghadapi momen yang besar dalam Pilbup Minahasa. Lanjutnya, saat masa tenang ini dirinya lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluarganya, yang memang sudah tersita sejak beberapa bulan terakhir ini. “Mumpung ada waktu untuk santai bersama keluarga, saya gunakan. Percayakan tim HAG-RJM yang telah dibentuk untuk bekerja,” ujarnya. Di tempat terpisah Jantje Sajow mengungkapkan, dalam mengisi masa tenang dirinya lebih memilih santai bersama keluarga di mall. “Satu hari ini saya habiskan bersama keluarga di mall untuk melepas semua lelah selang beberapa bulan terakhir melakukan sosialisasi. Usai dari mall kami keluarga semua akan menuju Desa Koka untuk membaur dan memantau semua kesiapan pelaksanaan pemungutan suara di TPS yang di Desa Koka,” katanya. 

Sementara itu, hukum tua (kepala desa, red) se Kecamatan Sonder yang tergabung dalam Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Sonder, siap mengawal proses pesta demokrasi di Minahasa. Iven lima tahun sekali ini, kata Ketua BKAD Ram Makagiansar, sangat berarti untuk rakyat Minahasa. ‘’Kami meminta jangan ada niat Golput apalagi apatis dengan Pilbup. Ingat, lima detik sangat menentukan lima tahun daerah kita,” kata Ram, Hukum Tua Desa Sendangan Atas. Ram didampingi Eddy Rampe, Hukum Tua Sendangan Induk dan Frangky Keintjem Hukum Desa Kauneran Satu, mengaku, semua pemilih harus menggunakan hati nurani. “Memilih harus dengan rasional, jangan emosional,” kata mereka, Selain itu, aparat keamanan untuk menjaga pesta Pilbup jangan sampai terjadi konflik ke depan. “Marilah kita jaga keamanan,” katanya. 

DANREM PANTAU KEAMANAN MINAHASA

Untuk memantau langsung keamanan di Minahasa jelang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa periode 2013-2018, Danrem 131 Santiago Brigjen TNI Johny l Tobing berkeliling Minahasa. Sebelumnya kemarin pagi, Tobing berkunjung ke Kodim 1302/Minahasa untuk menyemangati dan memberikan pengarahan singkat untuk para personil TNI yang mem-backup pengamanan Pilkada oleh Polres Minahasa. “Sesuai undang-udang pengamanan merupakan tugas Polisi, TNI ada tidak lain untuk memberikan dukungan,” ujarnya Tobing yang didampingi oleh Komandan Kodim 1302 Letkol Inf Theo Kawatu. Menurutnya, jika nantinya di lapangan ditemukan kerusuhan atau aksi anarkis lainnya yang sudah mengancam keamanan, personil bisa menangkap oknumnya dan langsung diserahkan ke polisi. Tobing mengungkapkan, TNI akan menurunkan 1 SSK (Satuan Setingkat Kompi) atau sekitar 100 personil. “Kita memberikan dukungan sepenuhnya ke Polri. Kita tidak boleh terlambat, dan lebih baik mencegah dari pada terjadi. Momen ini merupakan tes awal dalam pesta demokrasi berikutnya, karena tahun depan juga akan ada lima daerah yang akan menggelar pemilihan,” tegasnya. Tobing juga mengimbau kepada masyarakat Minahasa untuk bisa terus hidup rukun dan damai. “Saya salut dengan kehidupan beragama di Sulawesi Utara. Oleh karena itu pesta demokrasi ini harus bisa dijaga, dan jangan dicederai,” ungkap Tobing.

sumber: ManadoPost